Social Icons

Senin, 30 November 2015

KAMUS HANDPHONE



KAMUS HANDPHONE
( Singkatan dan Fungsi )


DIAGRAM BLOCK = Diagram Kotak
Diagram berupa gabungan sejumlah block (kotak) bersama-sama untuk membentuk sistem an lengkap, dengan melukiskan bagian-bagian/komponen-komponen, hubungan-hubungan rangkaian, cara kerja dan sebagainya. Diagram block berfungsi untuk menganalisa fungs rangkaian elektronik dengan mengambil prinsip dasar ‘membaca’ diagram, sehingga kita lebih mudah memahami rangkaian yang rumit, sebagaimana fungsi diagram-diagram lain.

NMP = Nokia Mobile Products

BATTERY CHARGER = Guna Charger Battery untuk jalan aliran listrik dari adaptor ke Baterry.

DUPLEXER : Berguna untuk RX (Menerima sinyal) dan untuk TX ( Mengirimkan  sinyal).

PA  =  (Power Amplifier)
Amplifier atau penguat kadang juga disebut versteker. Suatu peralatan (sirkit) yang diberi catu daya DC yang berfungsi untuk memperkuat daya, dari daya gelombang lemah menjadi daya gelombang yang kuat atau ang lebih kuat atau hal mana masukan tegangan, arus, atau dayanya, dibuat menjadi lebih kuat amplitudo keluarnya.

C CONT = sebagai tempat pengatur tegangan aliran listrik ke semua komponen - komponen.

COBBA = Guna sebagai penterjemah signal analog menjadi digital.

HAGAR = Sebagai tempat perubahan lebar frekuensi.

BANDWIDTH = (Lebar jalur)
Dalam sistem radio pemancar adalah daerah frekuensi di mana tegangan sinyalnya boleh kurang dari nilai maksimum yang ditentukan atau keseluruhan dari jalur yang dirambati oleh sinyal yang mengandung modulasi.

CRYSTAL = Guna untuk menstabilkan tegangan listrik.

FLASH = Guna sebagai penterjemah bahasa.

SRAM = Guna sebagai tempat penyimpanan data sementara.

LCD = ( Liquid Cristal Display ) Menampilkan status

MICROPHONE = menerima suara ( analog ) penelepon.

SIM = Guna Sebagai tempat kartu Sim

PCB =  ( Printed Circuit Board ) Papan  yang  berguna  sebagai  tempat  komponen-komponen ( Ic, Pa, Lcd ).

E EPROM = guna sebagai tempat data permanen.

LED = Lampu.

VCTCX0 = Tempat pengiriman aliran listrik ke semua komponen-komponen.

BUZZER = Tempat mengeluarkan nada dering.

VIBRATOR = Alat untuk mengeluarkan nada Getar.

Senin, 02 Februari 2015

MERUBAH TASK MANAGER YANG DI DISABLE

MERUBAH TASK MANAGER YANG DI DISABLE

Sangat menyebalkan bila task manager di disable oleh virus, saat membuka task manager dengan tombol Ctrl+Alt+Del, ternyata muncul pesan "Task Manager has been disable by your administrator" wah error nh. mungkin ada jalan lain untuk meng-enable nya dengan menggunakan regedit. setelah membuka regedit dengan perintah Run dengan Windows+R, ternyata registry editor juga telah di disable.

Enable Task Manager

Untuk masalah di atas, caranya mudah, yang pertama untuk meng-enable kan task manager, cukup mengetik, atau copy saja string berikut :

REG add HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System /v DisableTaskMgr /t REG_DWORD /d 0 /f
Dengan cara, buka Start > Run atau tekan tombol Windows+R, lalu paste string di atas dan buka task manager dengan Ctrl+Alt+Del. sekarang Task Manager sudah Terbuka.

Enable Registry Editor

Nah sekarang kita akan meng-enable kan registry editor, tekan tombol Windows+R atau Start > Run lalu ketik gpedit.msc. akan muncul interface Group Policy


User Configuration > Administrative Templates > System

Cari "Prevent access to registry editing tools" lalu double klik pada string tersebut, akan muncul interface, jika regedit di disable maka yang di checklist adalah "enable"

untuk meng-enable kan regedit, checklist pilihan "disable" maka regedit siap untuk dijalankan. tekan tombol Windows+R, maka regedit akan jalan seperti biasanya. selamat mencoba.




Jumat, 09 Januari 2015

Program Logic Controller (PLC)



Pengertian


Programmable Logic Controllers (PLC) adalah komputer elektronik yang mudah digunakan (user friendly) yang memiliki fungsi kendali untuk berbagai tipe dan tingkat kesulitan yang beraneka ragam .
Definisi Programmable Logic Controller menurut Capiel (1982) adalah :
sistem elektronik yang beroperasi secara dijital dan didisain untuk pemakaian di lingkungan industri, dimana sistem ini menggunakan memori yang dapat diprogram untuk penyimpanan secara internal instruksi-instruksi yang mengimplementasikan fungsi-fungsi spesifik seperti logika, urutan, perwaktuan, pencacahan dan operasi aritmatik untuk mengontrol mesin atau proses melalui modul-modul I/O dijital maupun analog .
Berdasarkan namanya konsep PLC adalah sebagai berikut :
1. Programmable
menunjukkan kemampuan dalam hal memori untuk menyimpan program yang telah dibuat yang dengan mudah diubah-ubah fungsi atau kegunaannya.
2. Logic
menunjukkan kemampuan dalam memproses input secara aritmatik dan logic (ALU), yakni melakukan operasi membandingkan, menjumlahkan, mengalikan, membagi, mengurangi, negasi, AND, OR, dan lain sebagainya.
3. Controller
menunjukkan kemampuan dalam mengontrol dan mengatur proses sehingga menghasilkan output yang diinginkan.
PLC ini dirancang untuk menggantikan suatu rangkaian relay sequensial dalam suatu sistem kontrol. Selain dapat diprogram, alat ini juga dapat dikendalikan, dan dioperasikan oleh orang yang tidak memiliki pengetahuan di bidang pengoperasian komputer secara khusus. PLC ini memiliki bahasa pemrograman yang mudah dipahami dan dapat dioperasikan bila program yang telah dibuat dengan menggunakan software yang sesuai dengan jenis PLC yang digunakan sudah dimasukkan.
Alat ini bekerja berdasarkan input-input yang ada dan tergantung dari keadaan pada suatu waktu tertentu yang kemudian akan meng-ON atau meng-OFF kan output-output. 1 menunjukkan bahwa keadaan yang diharapkan terpenuhi sedangkan 0 berarti keadaan yang diharapkan tidak terpenuhi. PLC juga dapat diterapkan untuk pengendalian sistem yang memiliki output banyak.
Fungsi dan kegunaan PLC sangat luas. Dalam prakteknya PLC dapat dibagi secara umum dan secara khusus.
Secara umum fungsi PLC adalah sebagai berikut:
1. Sekuensial Control
PLC memproses input sinyal biner menjadi output yang digunakan untuk keperluan pemrosesan teknik secara berurutan (sekuensial), disini PLC menjaga agar semua step atau langkah dalam proses sekuensial berlangsung dalam urutan yang tepat.
2. Monitoring Plant
PLC secara terus menerus memonitor status suatu sistem (misalnya temperatur, tekanan, tingkat ketinggian) dan mengambil tindakan yang diperlukan sehubungan dengan proses yang dikontrol (misalnya nilai sudah melebihi batas) atau menampilkan pesan tersebut pada operator.
Sedangkan fungsi PLC secara khusus adalah dapat memberikan input ke CNC (Computerized Numerical Control). Beberapa PLC dapat memberikan input ke CNC untuk kepentingan pemrosesan lebih lanjut. CNC bila dibandingkan dengan PLC mempunyai ketelitian yang lebih tinggi dan lebih mahal harganya. CNC biasanya dipakai untuk proses finishing, membentuk benda kerja, moulding dan sebagainya.


Prinsip kerja sebuah PLC adalah menerima sinyal masukan proses yang dikendalikan lalu melakukan serangkaian instruksi logika terhadap sinyal masukan tersebut sesuai dengan program yang tersimpan dalam memori lalu menghasilkan sinyal keluaran untuk mengendalikan aktuator atau peralatan lainnya.

Bahasa pemograman PLC

Terdapat lima tipe bahasa pemrograman yang bisa dipakai untuk memprogram PLC, meski tidak semuanya di-support oleh suatu PLC, yaitu antara lain :
1. Bahasa pemrograman Ladder Diagram (LD)
2. Bahasa pemrograman Instruction List (IL)/Statement List (SL)
3. Bahasa pemrograman Sequential Function Chart (SFC)/Grafcet
4. Bahasa pemrograman Function Block Diagram (FBD)
5. Bahasa pemrograman tingkat tinggi (high-level), contohnya Visual Basic
Penulis akan membahas bahasa pemrograman PLC yang paling populer digunakan dan paling mudah dipahami, yaitu Ladder Diagram, dengan menggunakan contoh rangkaian Interlock. Ladder Diagram mudah dipahami karena menggunakan pendekatan grafis, yaitu menggunakan simbol-simbol komponen elektromagnetik-mekanik relay (coil dan contact), blok-blok fungsi (function block), seperti timer, counter, trigger, kondisional, serta blok fungsi yang didefinisikan sendiri oleh programmer. Selain itu, karena Ladder Diagram menggunakan pendekatan grafis, maka programmer menjadi lebih mudah untuk melakukan troubleshooting pada program yang akan dijalankan pada PLC.
Pemanfaatan Programmable Logic Controller (PLC) dalam Dunia Industri
Perkembangan industri dewasa ini, khususnya dunia industri di negara kita, berjalan amat pesat seiring dengan meluasnya jenis produk-produk industri, mulai dari apa yang digolongkan sebagai industri hulu sampai dengan industri hilir. Kompleksitas pengolahan bahan mentah menjadi bahan baku, yang berproses baik secara fisika maupun secara kimia, telah memacu manusia untuk selalu meningkatkan dan memperbaiki unjuk kerja sistem yang mendukung proses tersebut, agar semakin produktif dan efisien. Salah satu yang menjadi perhatian utama dalam hal ini ialah penggunaan sistem pengendalian proses industri (sistem kontrol industri). 


Dalam era industri modern, sistem kontrol proses industri biasanya merujuk pada otomatisasi sistem kontrol yang digunakan. Sistem kontrol industri dimana peranan manusia masih amat dominan (misalnya dalam merespon besaran-besaran proses yang diukur oleh sistem kontrol tersebut dengan serangkaian langkah berupa pengaturan panel dan saklar-saklar yang relevan) telah banyak digeser dan digantikan oleh sistem kontrol otomatis.

Sebabnya jelas mengacu pada faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas industri itu sendiri, misalnya faktor human error dan tingkat keunggulan yang ditawarkan sistem kontrol tersebut. Salah satu sistem kontrol yang amat luas pemakaiannya ialah Programmable Logic Controller (PLC). Penerapannya meliputi berbagai jenis industri mulai dari industri rokok, otomotif, petrokimia, kertas, bahkan sampai pada industri tambang, misalnya pada pengendalian turbin gas dan unit industri lanjutan hasil pertambangan. Kemudahan transisi dari sistem kontrol sebelumnya (misalnya dari sistem kontrol berbasis relay mekanis) dan kemudahan trouble-shooting dalam konfigurasi sistem merupakan dua faktor utama yang mendorong populernya PLC ini.
 

Artikel ini mecoba memberikan gambaran ringkas tentang PLC ini dari sudut pandang piranti penyusunnya. Apakah Sebenarnya PLC itu? NEMA (The National electrical Manufacturers Association) mendefinisikan PLC sebagai piranti elektronika digital yang menggunakan memori yang bisa diprogram sebagai penyimpan internal dari sekumpulan instruksi dengan mengimplementasikan fungsi-fungsi tertentu, seperti logika, sekuensial, pewaktuan, perhitungan, dan aritmetika, untuk mengendalikan berbagai jenis mesin ataupun proses melalui modul I/O digital dan atau analog.

PLC merupakan sistem yang dapat memanipulasi, mengeksekusi, dan atau memonitor keadaan proses pada laju yang amat cepat, dengan dasar data yang bisa diprogram dalam sistem berbasis mikroprosesor integral. PLC menerima masukan dan menghasilkan keluaran sinyal-sinyal listrik untuk mengendalikan suatu sistem. Dengan demikian besaran-besaran fisika dan kimia yang dikendalikan, sebelum diolah oleh PLC, akan diubah menjadi sinyal listrik baik analog maupun digital,yang merupakan data dasarnya.. Karakter proses yang dikendalikan oleh PLC sendiri merupakan proses yang sifatnya bertahap, yakni proses itu berjalan urut untuk mencapai kondisi akhir yang diharapkan. Dengan kata lain proses itu terdiri beberapa subproses, dimana subproses tertentu akan berjalan sesudah subproses sebelumnya terjadi. Istilah umum yang digunakan untuk proses yang berwatak demikian ialah proses sekuensial (sequential process). Sebagai perbandingan, sistem kontrol yang populer selain PLC, misalnya Distributed Control System (DCS), mampu menangani proses-proses yang bersifat sekuensial dan juga kontinyu (continuous process) serta mencakup loop kendali yang relatif banyak.

Piranti Penyususnan PLC
PLC yang diproduksi oleh berbagai perusahaan sistem kontrol terkemuka saat ini biasanya mempunyai ciri-ciri sendiri yang menawarkan keunggulan sistemnya, baik dari segi aplikasi (perangkat tambahan) maupun modul utama sistemnya. Meskipun demikian pada umumnya setiap PLC (sebagaimana komputer pribadi Anda yang cenderung mengalami standarisasi dan kompatibel satu sama lain) mengandung empat bagian (piranti) berikut ini:

1.ModulCatu daya.
2. Modul CPU.
3. Modul Perangkat Lunak.
4. Modul I/O.


Modul Catu Daya (Power Supply: PS)
PS memberikan tegangan DC ke berbagai modul PLC lainnya selain modul tambahan dengan kemampuan arus total sekitar 20A sampai 50A, yang sama dengan battery lithium integral (yang digunakan sebagai memory backup). Seandainya PS ini gagal atau tegangan bolak balik masukannya turun dari nilai spesifiknya, isi memori akan tetap terjaga. PLC buatan Triconex, USA, yakni Trisen TS3000 bahkan mempunyai double power supply yang berarti apabila satu PS-nya gagal, PS kedua otomatis akan mengambil alih fungsi catu daya sistem.

Modul CPU
Modul CPU yang disebut juga modul kontroler atau prosesor terdiri dari dua bagian:
  1. Prosesor berfungsi:
    • mengoperasikan dan mengkomunikasikan modul-modul PLC melalui bus-bus serial atau paralel yang ada.
    • Mengeksekusi program kontrol.
  1. Memori, yang berfungsi:
    • Menyimpan informasi digital yang bisa diubah dan berbentuk tabel data, register citra, atau RLL (Relay Ladder Logic), yang merupakan program pengendali proses.


Pada PLC tertentu kadang kita jumpai pula beberapa prosesor sekaligus dalam satu modul, yang ditujukan untuk mendukung keandalan sistem. Beberapa prosesor tersebut bekerja sama dengan suatu prosedur tertentu untuk meningkatkan kinerja pengendalian. Contoh PLC jenis ini ialah Trisen TS3000 mempunyai tiga buah prosesor dengan sistem yang disebut Tripple Redundancy Modular.

Kapasitas memori pada PLC juga bervariasi. Trisen TS3000, misalnya, mempunyai memori 384 Kbyte (SRAM) untuk program pengguna dan 256 Kbyte (EPROM) untuk sistem operasinya. Simatic S5 buatan Siemens mempunyai memori EPROM 16Kbyte dan RAM 8 Kbyte. PLC FA-3S Series mempunyai memori total sekitar 16 Kbyte. Kapasitas memori ini tergantung penggunaannya dan seberapa jauh Anda sebagai mengoptimalisasikan ruang memori PLC yang Anda miliki, yang berarti pula tergantung seberapa banyak lokasi yang diperlukan program kontrol untuk mengendalikan plant tertentu. Program kontrol untuk pengaliran bahan bakar dalam turbin gas tentu membutuhkan lokasi memori yang lebih banyak dibandingkan dengan program kontrol untuk menggerakkan putaran mekanik robot pemasang bodi mobil pada industri otomotif. Suatu modul memori tambahan bisa juga diberikan ke sistem utama apabila kebutuhan memori memang meningkat.

Modul Program Perangkat Lunak PLC mengenal berbagai macam perangkat lunak, termasuk State Language, SFC, dan bahkan C. Yang paling populer digunakan ialah RLL (Relay Ladder Logic). Semua bahasa pemrograman tersebut dibuat berdasarkan proses sekuensial yang terjadi dalam plant (sistem yang dikendalikan). Semua instruksi dalam program akan dieksekusi oleh modul CPU, dan penulisan program itu bisa dilakukan pada keadan on line maupun off line. Jadi PLC dapat bisa ditulisi program kontrol pada saat ia mengendalikan proses tanpa mengganggu pengendalian yang sedang dilakukan. Eksekusi perangkat lunak tidak akan mempengaruhi operasi I/O yang tengah berlangsung.

Modul I/O
Modul I/O merupakan modul masukan dan modul keluaran yang bertugas mengatur hubungan PLC dengan piranti eksternal atau periferal yang bisa berupa suatu komputer host, saklar-saklar, unit penggerak motor, dan berbagai macam sumber sinyal yang terdapat dalam plant.
  1. Modul masukan
    Modul masukan berfungsi untuk menerima sinyal dari unit pengindera periferal, dan memberikan pengaturan sinyal, terminasi, isolasi, maupun indikator keadaan sinyal masukan. Sinyal-sinyal dari piranti periferal akan di-scan dan keadaannya akan dikomunikasikan melalui modul antarmuka dalam PLC.

    Beberapa jenis modul masukan di antaranya:
    • Tegangan masukan DC (110, 220, 14, 24, 48, 15-30V) atau arus C(4-20mA).
    • Tegangan AC ((110, 240, 24, 48V) atau arus AC (4-20mA).
    • Masukan TTL (3-15V).
    • Masukan analog (12 bit).
    • Masukan word (16-bit/paralel).
    • Masukan termokopel.
    • Detektor suhu resistansi (RTD).
    • Relay arus tinggi.
    •  
    • Relay arus rendah.
    • Masukan latching (24VDC/110VAC).
    • Masukan terisolasi (24VDC/85-132VAC).
    • Masukan cerdas (mengandung mikroprosesor).
    • Masukan pemosisian (positioning).
    • Masukan PID (proporsional, turunan, dan integral).
    • Pulsa kecepatan tinggi.
    • Dll.
  1. Modul keluaran
    Modul keluaran mengaktivasi berbagai macam piranti seperti aktuator hidrolik, pneumatik, solenoid, starter motor, dan tampilan status titik-titik periferal yang terhubung dalam sistem. Fungsi modul keluaran lainnya mencakup conditioning, terminasi dan juga pengisolasian sinyal-sinyal yang ada. Proses aktivasi itu tentu saja dilakukan dengan pengiriman sinyal-sinyal diskret dan analog yang relevan, berdasarkan watak PLC sendiri yang merupakan piranti digital. Beberapa modul keluaran yang lazim saat ini di antaranya:
    • Tegangan DC (24, 48, 110V) atau arus DC (4-20mA)
    • Tegangan AC (110, 240V) atau arus AC (4-20mA).
    • Keluaran analog (12-bit).
    • Keluaran word (16-bit/paralel)
    • Keluaran cerdas.
    • Keluaran ASCII.
    • Port komunikasi ganda.


Dengan berbagai modul di atas PLC bekerja mengendalikan berbagai plant yang kita miliki. Mengingat sinyal-sinyal yang ditanganinya bervariasi dan merupakan informasi yang memerlukan pemrosesan saat itu juga, maka sistem yang kita miliki tentu memiliki perangkat pendukung yang mampu mengolah secara real time dan bersifat multi tasking,. Anda bayangkan bahwa pada suatu unit pembangkit tenaga listrik misalnya, PLC Anda harus bekerja 24 jam untuk mengukur suhu buang dan kecepatan turbin, dan kemudian mengatur bukaan katup yang menentukan aliran bahan bakar berdasarkan informasi suhu buang dan kecepatan di atas., agar didapatkan putaran generator yang diinginkan! Pada saat yang sama sistem pelumasan turbin dan sistem alarm harus bekerja baik baik di bawah pengendalian PLC! Suatu piranti sistem operasi dan komunikasi data yang andal tentu harus kita gunakan. Teknologi cabling, pemanfaatan serat optik, sistem operasi berbasis real time dan multi tasking semacam Unix, dan fasilitas ekspansi yang memadai untuk jaringan komputer merupakan hal yang lazim dalam instalasi PLC saat ini.

Minggu, 21 Desember 2014

SeBatas MimPi

biarkan cinta mengalir
bagaikan hembusan angin
dengan kelembutannya
mencoba menyentuh hati
mengisi ruang di hati
melepaskan hati yang terbelenggu
kesedihan dan kehampaan
menerangi jiwa yang menangis

menari dengan hati yang hancur
mencoba tersenyum walau hati terasa perih
demi sang kekaih tercinta
s'galanya kan terjadi

bagaikan mentari yang bersinar
menerangi setiap jalan yang kau tempuh
dengan cahayanya yang lembut
menghangatkan hati yang t'lah membeku

kosongkan hati dan mimpi
biarkan cinta ini menyelimuti hati
menyatukan serpihan-serpihan hati yang hancur
ciptakan mimpi yang terindah
dengar dan rasakan bisikan hati yang sepi
yang ingin merasakan
indah cinta yang kau beri,dan yang kau miliki
walau hanya sebatas mimpi

Sabtu, 20 Desember 2014

Cara membuat karikatur dengan Photoshop

Nanang Brajamusti: Cara membuat karikatur dengan Photoshop:            Karikatur merupakan karya seni yang sangat menarik untuk menyampaikan unek-unek berupa kritik maupun saran dalam bentuk gambar...

Cara membuat karikatur dengan Photoshop

           Karikatur merupakan karya seni yang sangat menarik untuk menyampaikan unek-unek berupa kritik maupun saran dalam bentuk gambar lucu dan menghibur. Banyak media – media informasi seperti Koran, majalah, bulletin dan lain-lain yang menggunakan karikatur sebagai salah satu sarana penyampaian informasi.
          Dulunya pembuatan karikatur itu dirasa sangat sulit sekali karna dibuat secara manual dan di butuhkan jiwa seni yang tinggi untuk menghasilkan suatu karya dan itupun hanya segelintir orang yang bisa. Tapi sekarang dengan seiring berkembangnya teknologi pembuatan karikatur pun dirasa sangat mudah bahkan semua orang pun bisa, dengan bantuan Software photoshop, kita dapat membuat atau menghasilkan sebuah bahkan berbuah-buah karikatur.
Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dala pembuatan karikatur dengan photoshop:
  • Menentukan tujuan pembuatan karikatur.
  • Membuat Draft dan layout.
  •  Menentukan catch points yakni menentukan titik-titik yang menjadi cirri khas tokoh yang akan dikarikatur.
  •  Mulai menggambar.
  •  Menyeleksi atau menyempernakan karikatur.
Sekarang ayo kita coba mempraktakkanya…
1.  Buka program photoshop pada computer anda
2.  Buka file foto yang ingin anda jadikan karikatur, file>open
3.  Buat new Layer, dengan menekan Ctrl+Shift+N
     Beri nama sketsa lalu tekan OK
4.  Beri efek Distorsi pada gambar
     Dengan cara Filter>Liquity,
     Ubah gambar tersebut sesuai dengan selera anda menggunakan tol-tol yang sudah tersedia
     Lalu tekan OK.
5.  Jika gambar sketsa asli pada layer “Beckground” terasa mengganggu anda dapat    menerangkan          
     komposisi warna melalui menu Image>Adjustments>Level…
     Atur komposisi warnanya lalu tekan OK dan Hasilnya akan seperti ini
6.  klik Layer Sketsa
7.  Pilih Pen Tool pada Toolbox
8.   Buatlah garis tepi atau Stroke sesuai dengan karakteristik gambar
    Untuk mengatur garis agar sama dengan seketsa asli anda bias menggunakan Add /  Delet   Anchor Point 
      pada Pentool..
9.   Klik Brush, atur diameter brush 3px, hardness 100%
10. Klik Pen Tool
11. Klik kanan pada area kerja dokumen lalu pilih Stroke Path…
      Maka muncul dialo sebagai berikut :
12. Klik OK
13. Tekan Esc dua kali untuk menghilangkan garis titik poin (Stroke)
      Lakukan dengan cara yang sama untuk menyelesaikan keseluruhan sketsa.
      Sehingga hasilnya seperti berikut :
14. Buat new Layer, beri nama kulit
15. Pada Blending Mode rubah ke Multiply
16. Klik Foreground Color kemudian set warna coklat (#FEBE76)
      Klik OK

17. Pilih Brush dan warnai seluruh kulit, untuk rambut dan bibir pun begitu caranya cuman tinggal    gonta ganti warna aja sesuai dengan selera..

Tapi ingat, tiap mau mewarnai bagian tertentu dengan warna yang berbeda harus membuat layer baru.
18. Pilih layer background kemudian pilih forground color putih lalu tekan Alt + Del
Gimana mudah bukan?? Emang see hasilnya jauh dari sempurna tapi siapa tau anda dengan sering berlatih akan menciptakan karya seni karikatur yang lebih baik lagi.